Sebuah Goresan..


Masih lekat dalam ingatan ketika untuk pertama kalinya aku berada di suatu daerah yang masih terasa asing bagikku. Berbeda. Dan aku rasa, orang orang disana pun mengetahui bahwa aku memang terasa asing untuk mereka. Bagaimana tidak. Meskipun tempat tinggal mereka berjauhan satu sama lainnya, kekerabatan mereka satu sama lainnya sangatlah dekat. Berbeda dari lingkungan tempat dimana aku tinggal selama ini. Dan ketika itu, aku pun terasa asing bagi mereka.

Aku duduk di ruang depan. Di sebuah rumah yang begitu asri. Kenyamanan dalam hati datang begitu saja meski saat itu adalah kali pertama aku menginjakan kaki di tempat itu. Kala itu, meski itu adalah saat pertama, aku sudah merasa sangat dekat dengan keluarga disana. Dia, kekasihku, mengenalkanku pada keluarganya.

Aku telah berdoa sejak langkah pertama kali menginjakan kaki di rumah keluarganya, meminta pada Tuhan agar aku diberi kesempatan menjadi bagian dari keluarga besar mereka, bukan hanya bagian dari kekasihku,.Meminta pada Tuhan agar aku diberi kesempatan menunjukan bahwa bukan hanya kekasihku yang menjadi fokus kasih sayangku, tetapi juga kedua orang tuanya dan keluarga yang menjadi bagian dirinya sejak jauh hari sebelum dia mengenalku.

Aku membayangkan, andai aku menyerah pada satu konflik hebat yang sebelumnya muncul antara aku dan kekasihku, mungkin aku tak akan pernah sampai pada titik ini. Titik dimana ternyata aku bisa merasakan kehangatan kasih sayang di luar keluarga yang aku miliki.

Aku hanya berucap dalam hati, Tuhan begitu baik padaku. Aku merasa, Tuhan memang tak pernah menolak dan selalu memberi apa yang aku inginkan. Karena meskipun saat itu adalah saat pertama aku menginjakkan kaki di rumah keluarganya, aku sudah merasakan kenyamanan dan kehangatan keluarganya.

Dan kini, saat itu sudah berlalu. Namun kehangatan mereka selalu bisa aku rasakan setiap kali aku menginjakan kakiku di sana lagi.

Saat ini, dalam hitungan hari kedepan, keluarganya akan benar benar menjadi keluargaku. Ayah ibunya, akan benar benar menjadi ayah dan ibuku. Keponakannya yang manis, juga akan benar benar menjadi keponakanku. Dan hal inilah, yang kini selalu membuatku tersenyum. Aku bahagia atas apa yang aku miliki saat ini. Dan akupun menaruh harapan besar pada Tuhan  untuk kebahagiaanku esok hari.

About Restu Ramdani

Tak ada yang sempurna di dunia ini. Saya hanyalah seorang manusia yang butuh dan perlu bantuan orang.

Posted on May 22, 2010, in Goresan Sederhana. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: