Tips Membuat CV (Curriculum Vitae)/Resume


Ingatkah dulu ketika ketika baru saja lulus kuliah, pasti yang pertama diributkan adalah bagaimana caranya agar bisa langsung kerja. Dan itu ternyata tidak mudah sobat! Tentunya ada tahap-tahap yang mesti dilalui dengan sabar langkah demi langkah.

Langkah pertama yang dilakukan adalah kita harus tahu dulu ada ngga lowongan pekerjaan yang cocok dengan kita? Bagaimana caranya? Beli Koran sabtu pagi, acak-acak tuh Koran, ambil halaman yang memuat lowongan kerja, baca satu-satu, buat list lowongan yang akan kita masukan lamaran, buat surat lamaran, CV (Resume) dan requirement-requirement lainya, pergi ke warnet, buka email, kirim deh ke email perusahaanya . Udah gitu tinggal nunggu deh ampe ditelepon  sama perusahaan. Ga tahu seminggu, sebulan, dua bulan atau sampai 6 bulan masih belum dipanggil juga? Stress deh!!Hehehe…

Nah ternyata ada celah-celahnya juga supaya kita bisa berhasil, minimal sampe ditelepon deh buat tes tulis atau psikotes. Karena apa? Karena kita dipanggil untuk tes berarti surat lamaran dan CV beserta requirement yang kita kirim sudah memenuhi standar perusahaan. Di postinagn ini saya akan mencoba berbagi tips dalam membuat CV supaya CV yang kita buat menarik dan mudah-mudahan bisa menjadi langkah awal dalam berkarier, karena bagaimapun juga CV ini adalah pencerminan diri kita yang pertama kali diliat perusahaan. Artinya, dari CV yang kita buat bagian rekrutmen bisa melihat informasi-informasi yang berguna dalam memutuskan siapa saja yang cocok dan pantas untuk lolos ke tahap tes selanjutnya.

CV atau resume adalah sebuah informasi yang menyediakan data lengkap si pelamar kerja termasuk di dalamnya latar belakang pendidikan, skill, pencapaian, kreativitas, dan kemampuan berorganisasi. tujuan dibuatnya sebuah CV pada hakekatnya adalah menjual diri kepada pencari tenaga kerja. dengan demikian sebuah CV harusnya dibuat semenarik mungkin, sesingkat mungkin, namun berisi pesan yang sangat kuat “pilihlah Aku!”

Format resume atau Curriculum Vitae itu beda-beda. Hal ini tampaknya dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan. Kalau anda suatu ketika melihat sebuah iklan lowongan kerja yang anda minati dan anda harus membuat sebuah CV yang bisa menunjukkan seluruh kemampuan terbaik yang anda miliki serta meyakinkan pihak recruiter bahwa anda adalah kandidat yang memang layak untuk dipertimbangkan, kira-kira apa yang ada dalam pikiran anda?

Kadang kita banyak melakukan kesalahan dalam membuat CV, dan terkadang itu tidak kita sadari. Kesalahan ini tidak hanya terjadi pada para lulusan baru, namun juga para pencari kerja yang statusnya sudah bekerja. Rata – rata kesalahan yang dilakukan adalah membuat sebuah general CV, berformat standar seperti di dalam buku – buku yang dijual bebas, tidak ada sentuhan yang cukup membuat orang tertarik pada pandangan pertama. Memang dari sisi content reletif sama, rata – rata hanya membuat deretan tulisan, data diri, riwayat sekolah, riwayat pengalaman kerja, namun sekali lagi tidak ada sesuatu yang istimewa. Pentingnya membuat resume yang dirancang secara khusus (bukan menjiplak model resume orang lain) seringkali tidak disadari oleh si pelamar. Dalam banyak kasus masih sering dijumpai bahwa pelamar justru menggunakan format resume yang sudah baku dengan cara membeli formulir resume yang dijual di toko-toko buku atau pun mendownload formulir yang terdapat di websites. Memang hal ini tidaklah sepenuhnya salah, namun demikian si pelamar hendaklah mempertimbangkan apakah format tersebut sudah cocok dengan karakter dirinya. Apa yang terjadi jika ternyata format baku tersebut, setelah diisi oleh pelamar, ternyata justru banyak menyisakan ruang kosong alias tidak dapat diisi semuanya. Bukankah hal demikian justru dapat menyebabkan si pelamar tampak penuh dengan kekurangan di mata si pembaca resume tersebut. Selain itu resume menjadi tidak enak untuk dilihat

Alangkah baiknya jika kita membuat CV dengan kreatifitas sendiri, jangan sala copas dari orang lain. Seringkali yang terjadi ketika kita berniat untuk membuat CV, yang ada dalam pikiran kita adalah memaparkan segala sesuatu yang dirasa penting bagi kita tanpa memperhatikan apakah sesuatu yang kita rasa penting itu memiliki relevansi dengan pekerjaan yang kita lamar atau tidak.

Yang pertama, CV anda menjadi lebih panjang, dan yang kedua hal ini bisa membuat kesabaran pihak recruiter habis karena mereka dipaksa untuk membaca hal-hal yang tidak perlu dan tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan yang anda lamar. Ketika kesabaran seorang recruiter habis, itu betul-betul cerita buruk untuk anda, karena bisa jadi CV anda akan langsung dibuang ke keranjang sampah, atau dihapus dari inbox.

Sebelum belajar teknik membuat CV yang “menjual” dari saya, ada beberapa hal yang mulai sekarang harus ditanamkan dalam pola pikir anda secara sungguh-sungguh

  1. Kualifikasi anda harus memenuhi job requirements. Mau sebagus apapun CV yang anda buat, kalau kualifikasi anda tidak memenuhi job requirements, CV anda akan berakhir di keranjang sampah.
  2. Pihak recruiter tidak punya banyak waktu. Anda harus memahami bahwa menyortir ratusan bahkan ribuan CV yang masuk itu bukanlah pekerjaan yang sangat menyenangkan, jadi CV anda harus bisa merebut perhatian mereka dalam waktu 15 detik atau kurang. Lebih dari itu dan mereka belum juga bisa menemukan poin untuk men-shortlist anda… wassalam!
  3. Pahami tujuan utama anda membuat CV. Banyak orang yang salah menduga untuk satu hal ini, jadi saya jelaskan kalau tujuan utama anda membuat CV bukanlah untuk mendapatkan pekerjaan. Tujuan utama anda dalam membuat CV itu adalah untuk mendapatkan panggilan interview. Sesederhana itu, tapi saya yakin belum banyak orang yang mengetahuinya.
  4. Lupakan mengirimkan satu jenis CV untuk semua jenis pekerjaan. Hampir semua orang pasti melakukan hal ini, tidak terkecuali saya (dulu). Masalahnya cara seperti itu sudah tidak efektif lagi. Anda harus bisa meng-customize secara spesifik setiap CV yang anda kirimkan dengan pekerjaan yang anda lamar. Ini penting karena job requirements dari satu pekerjaan tentunya beda dengan pekerjaan yang lain. Semakin baik anda meng-customize CV anda, semakin besar pula kemungkinan anda untuk mendapatkan panggilan interview.
  5. Kerapian CV tetaplah penting. Saya tidak mengharuskan anda jago dalam hal layout design untuk bisa membuat CV yang “menjual”, karena yang paling penting adalah CV anda enak dibaca dan memungkinkan untuk di-quick scan atau dibaca secara cepat. Pergunakan font standar dengan ukuran normal, dan jangan pernah sekalipun memakai font size 8 demi menghemat halaman! Anda mungkin bisa mengirimkan CV hanya dalam dua halaman dengan memakai font size 8, tapi harap diingat belum tentu pihak recruiter memiliki allowance untuk mengganti kacamatanya setiap bulan.
  6. Membuat CV yang “menjual” itu mudah. Banyak yang mengira kalau CV yang “menjual” itu tentunya sangat sophisticated dan rumit untuk menyusunnya. Sama sekali tidak, bahkan sebaliknya teknik ini sangat mudah dan siapapun bisa mengerjakannya sendiri. Kalau anda bisa menguasai teknik ini dan menyesuaikan dengan kualifikasi serta job requirements dari pekerjaan yang anda minati, anda akan terkejut karena hasil akhirnya ternyata akan jauh lebih efektif.
  7. Sombong itu perlu. Kalau dalam kehidupan sehari-hari anda selalu menyombongkan prestasi kerja yang pernah anda capai, saya yakin tinggal menunggu waktu saja sebelum suatu hari nanti anda dimutilasi oleh rekan kerja anda (no, I’m just kidding!). Hal sebaliknya justru saya sarankan kalau anda membuat CV, karena salah satu faktor penting dalam membuat CV yang “menjual” itu adalah seberapa bagus anda menyombongkan prestasi kerja anda. Bahkan semakin sombong akan semakin baik, selama itu memang betul-betul terjadi dan bukan merupakan karangan anda.
  8. Tidak ada gunanya berbohong di CV. Anda harus memahami, kebohongan yang anda buat di CV, sekecil apapun itu bisa membahayakan anda sendiri. Ingat, sekarang makin banyak perusahaan yang melakukan reference check untuk mengetahui latar belakang seorang kandidat, dan ketika hasil dari reference check itu menunjukkan adanya kebohongan yang anda buat, tamatlah riwayat anda.

Selamat Mencoba, Semoga bermanfaat…

Source : Berbagai Sumber

About Restu Ramdani

Tak ada yang sempurna di dunia ini. Saya hanyalah seorang manusia yang butuh dan perlu bantuan orang.

Posted on May 5, 2010, in Catatan Kehidupan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Nice gan……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: