PROSES REKONSILIASI BANK


Di postingan sebelumnya telah dibahas mengenai apa itu rekonsiliasi bank dan beberapa contoh transaksi yang menyebabkan perbadaan antara rekening koran bank dengan catatan saldo perusahaan.

Pada postingan ini, saya akan mencoba mendemontrasikan langkah-langkah dalam melakukan rekonsiliasi bank.

Pertama mari kita adjust catatan rekening bank menuju saldo yang benar. Ini adalah beberapa item umum yang dilakukan untuk menyesuaikan saldo yang ada di catatan bank.

Step 1 Balance per Bank Statement                                   Rp. xxx
Adjustment :
Add : Deposit in transit                                         Rp. xxx
Deduct : Outsatnding Check                                (Rp. xxx)
Add or Deduct : Bank Error                                  Rp. xxx

Deposit in transit (Setoran dalam perjalanan) adalah sejumlah uang yang disetorkan oleh perusahaan ke bank (biasanya pada akhir suatu periode) dan uang tersebut sudah diterima bank tetapi belum dilaporkan di rekening Koran (Bank Statement) karena rekening Koran tersebut dibuat mendahului setoran tersebut.

Outsatnding Checks (Cek yang masih beredar) yaitu cek yang sudah dibuat perusahaan kepada si penerima cek , tetapi sampai akhir periode cek tersebut belum dicairkan. Akibatnya perusahaan sudah mencatat pengeluaran tetapi bank belum mencatatnya.

Bank error yaitu kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh bank bisa berupa salah dalam menginput amount, mencatat sejumlah uang padahal sejumlah uang tersebut tidak termasuk ke dalam rekening perusahaan.

Langkah kedua yaitu menyesuaikan saldo yang ada di catatan perusahaan ke dalam saldo yang benar. Item-item yang biasanya diadjust adalah sebagai berikut :

Step 1 Balance per Book                                                   Rp. xxx
Adjustment :
Add : Interest earned                                            Rp. xxx
Notes Receivable Collecteg By Bank        Rp. xxx
Deduct : NSF Checks                                          (Rp. xxx)
Bank services charge                            (Rp. xxx)
Check Printing Charges                        (Rp. xxx)
Add or Deduct : Company Error                           Rp. xxx

Bank services charges merupakan biaya yang dikenakan oleh bank yang langsung dikurangakan dari jumlah simpanan di bank seperi biaya administrasi rekening dll.

NSF Check adalah cek kosong yaitu cek yahg disetorkan nasabah ke bank tetapi ternyata tidak dibayar ketika cek tersebut disampaikan ke bank karena jumlah rupiah dalam check lebih besar daripada jumlah giro yang menerbitkan cek. Interest earned adalah pendapatan bunga dari bank yang akan ditambahkan langsung ke giro atau tabungan sehingga peusahaan baru akan tahu sesudah mendapat bank statement. Notes receivable collected by bank adalah piutang perusahaan yang dibayar langsung ke bank oleh konsumen.

Setelah dua langkah tersebut dilakukan tinggal kita bandingkan kedua perhitungan rekonsiliasi dan seharusnya saldo yang sudah diadjust antara kedua catatan itu sama. Setelah balance keduanya tinggal siapkan jurnal deh untuk penyesuaiannya. :P

Contoh Soal :

Berikut beberapa item yang berkaitan dengan rekonsiliasi bank Restu Collection :

  1. Rekening Koran bank untuk bulan Maret menunjukan saldo Rp. 34.900.000
  2. Rekening bank menunjukan adanya biaya bank sebesar Rp 350.000 yang dibebankan ke Restu Collection untuk biaya administrasi bank.
  3. Di tgl 28 Maret, bank statement menunjukan adanaya cek kosong sebesar Rp 1.000.000. selain itu juga tercatat adanya fee buat bank sebesar Rp. 100.000
  4. Rekening Koran bank menunjukan adanya charges untuk print out rekening yang dikenakan bank sebesar Rp. 800.000
  5. Bank mencatat adanya penerimaan bunga sebesar Rp. 80.000 untuk bulan Maret.
  6. Bank juga mencatat adanya penerimaan dari piutang konsumen yang langsung dosetor ke bank sebesar Rp. 10.000.000 dan adanya charges buat bank sebesar Rp. 400.000.
  7. Saldo menurut catatan perusahaan adalah Rp 9.670.000
  8. Selama bulan tersebut perusahaan telah mengeluarkan cek lebih dari 500.000.000. dari sejumlah itu, 31 agustus tercatat bahwa sebesar 30.210.000 belum dicairkan oleh si penerima cek dan cek sebesar Rp. 2.000.000 yang dikeluarkan bulan januri pun belum dicairkan.
  9. Perusahaan mencacat menerima kas dari konsumen sebesar Rp. 14.500.000 pada akhir maret tapi baru disetor ke bank tgl 1 Aprilnya.
  10. Tgl 29 Maret perusahaan menyimpan deposit sebesar Rp. 1.540.000 tapi perusaan malah mencacat sebesar Rp 1.450.000

Lalu, berapakah saldo kas yang benar?

Step 1, Sesuiakan Saldo Bank :

Step 1 Balance per Bank, 31 March 34.900.000 Item #1
Adjustment :
Deposit intransit +14.500.000 Item#9
Outstanding checks -32.210.000 Item#8
Bank errors 0
Adjusted Blance per Bank 17.190.000

Step 2, sesuaikan saldo buku perusahaan

Step 2 Balance per Book, 31 March 9.670.000 Item #7
Adjustment :
Bank services Charges -350.000 Item#2
NSF Check Plus Fee (Charge for Bank) -1.100.000 Item#3
Check Printing Charge -800.000 Item#4
Interest Earned +80.000 Item#5
N/R Collected by bank-fee buat bank +9.600.000 Item#6
Error in company entries +90.000 Item #10
Adjusted balance per book 17.190.000

Jurnal yang dibutuhkan perusahaan adalah sebagi berikut :

Item #2

Ketika bank mengurangi saldo kas perusahaan sebesar Rp 350.000, perusahaan belum mencatat pengeluaran ini sehingga harus menyesuiakan dengan menjurnal

Dr. Bank Services Charge Exp Rp 350.000
Cr. Cash Rp 350.000

Item #3 NSF and Fees

Ketika menerima cek dari konsumen maka kita akang mancatat itu sebagai penambahan kas dan pengurangan A/R. tapi ketika kita mau mencairkan cek tersebut ternyata berupa cek kosong maka kita anggap bahwa kita belum menertima pembayaran atas A/R itu dan kita mesti menagihnya kembali ke konsumen. Apabila kita ingin bahwa fee buat bank itu akan diganti oleh konsumen maka jurnalnya

Dr. A/R Rp. 1.100.000
Cr. Cash Rp. 1.100.000

Item #4

Dr. Miscellanous Exp Rp 800.000
Cr.  Cash Rp 800.000

Item #5

Dr. Cash Rp. 80.000
Cr.  Interest revenue Rp. 80.000

Item #6 N/R collected by bank

Dr. Cash Rp 9.600.000
Dr. Bank Service Exp Rp. 400.000
Cr. N/R Rp 10.000.000

Item #10 Error correction

Ketika kita mendeposit penerimaaan dari sales sebesar Rp. 1.540.000 tetapi yang dijurnal malah 1.450.000, dengan demikian saldo di catatan akan lebih kecil dari saldo sebenarnya sehingga mesti ditambah sebesar selisihnya.

Dr. Cash Rp. 90.000
Cr.  Sales Rp. 90.000

Demikian ulasan Bank Reconciliation. Semoga membantu dan bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Source : www.accountingcoach.com

About these ads

About Restu Ramdani

Tak ada yang sempurna di dunia ini. Saya hanyalah seorang manusia yang butuh dan perlu bantuan orang.

Posted on April 28, 2010, in Accounting. Bookmark the permalink. 18 Comments.

  1. terima kasih mba evi,penggunaan bahasa yg mudah dicerna menjadikan saya lebih paham mengenai rekonsiliasi bank.

    salam,

    vivi

  2. midnight angel

    banyak terima kasih atas ulasan rekonsiliasi banknya ,, sangat membantu saya ..

  3. mbak minta contoh soal yg da cek kosong ny

  4. super jelas keterangannya :-) tetap berkarya mbak :-)

  5. makasii mbak ,,
    ini sangat membntu q buat ngerjakan soal akuntansi besok…

  6. kak, mau tanya dunk..
    setelah kita buat rekonsiliasi bank.. maka saldo awal untuk bulan berikutnya (Perusahaan) yang dipakai adalah saldo berdasarkan rekonsiliasi bank ya?
    thx ya kak

    • kan kalau udah direkonsiliasi udah ketemu saldo yang benarnya (setelah adanya jurnal adjustment) maka otomatis balance per book-nya akan menunjukan saldo yang sebenarnya.

  7. Norma suci lestari

    Maksih ya infonya, aku jadi tahu sekarang tinggal latihan aja lagi……. Karna mungkin kerjaan baru berhubungan dengan rekonsiliasi padahal dulu aku hanya inkaso ngurusin laporan tagihan. Hehehe……. Semoga aku diterima. Amin

  8. Terima kasih kak,
    sebagai mahasiswa semester awal yg buta dengan penjelasan berbahasa inggris di buku pengantar yg saya pakai, materi ini sangat membantu saya memahami apa itu rekonsiliasi bank. sukses !! :]XX

  9. Trims bnyk ulasannya, it’s worth a lot.

  10. Cintia Finawati

    Hi Kak tahu tidak perbedaan pajak final dan tidak final?
    aku binun

    • Restu Ramdani

      bahwa yang dimaksud final adalah bahwa PPh yang sudah dibayar/dipungut/dipotong sudah tidak lagi diperhitungkan dengan PPh terutang lainnya tapi mesti harus dilaporkan dalam SPT. dengan kata lain PPh Final adalah pajak atas penghasilan yang diperoleh Wajib Pajak, dimana pemotongan pajak tersebut tidak perlu lagi diperhitungkan dalam penghitungan PPh terutang dalam perhitungan PPh yang harus dibayar dalam SPT.
      contohnya: Bunga Deposito/Tabungan yang dipotong oleh Bank, penghasilan atas bunga tersebut tidak perlu lagi dimasukkan dalam penghitungan pajak terutang dalam SPT

  11. Cintia Finawati

    Hi,
    Penjelasannya bagus tuch, gua jadi mengerti,
    G mau tanya dunk untuk pembuatan cash flow secara direct method, boleh dikasih contoh soal yang lengkap tidak untuk per activities nya.

    Thanks yak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: